March 4, 2021

Update Berita Teknologi

Informasi Seputar Hardware PC

Dampak Pengguna WhatsApp Jika Tak Setuju Aturan Baru 15 Mei

dampak-pengguna-whatsapp-jika-tak-setuju-aturan-baru-15-mei

Dampak Pengguna WhatsApp Jika Tak Setuju Aturan Baru 15 Mei – Jika pengguna aplikasi WhatsApp SMS tidak setuju dengan aturan terbaru yang berlaku mulai 15 Mei 2021, mereka mungkin terpengaruh oleh ketidakmampuan untuk menggunakan fungsi tertentu.

Dampak Pengguna WhatsApp Jika Tak Setuju Aturan Baru 15 Mei

dampak-pengguna-whatsapp-jika-tak-setuju-aturan-baru-15-mei

windandwindows – Dampak terpenting adalah ketidakmampuan untuk mengirim dan membaca pesan yang masuk ke aplikasinya. Namun, pengguna tetap dapat menerima panggilan dan menerima pemberitahuan saat pesan tiba.

Aturan tersebut terungkap melalui pesan elektronik yang dikirimkan ke mitra Whataspp Bisnis di platform melalui WhatsApp. Email tersebut menunjukkan bahwa Facebook secara perlahan akan mengundang pengguna untuk menerima aturan terbaru yang akan berlaku pada 15 Mei.

Izin ini diperlukan agar mereka dapat menggunakan semua fungsi WhatsApp. Jika tidak, pengguna tidak dapat membaca dan membalas pesan yang dimasukkan ke akun mereka sama sekali. Namun, masih dapat menerima pemberitahuan dan panggilan.

“Untuk beberapa waktu, para pengguna (yang tak setuju peraturan baru Whatsapp) masih mampu terima telepon dan notifikasi pesan. Tapi tak mampu membaca atau mengirim pesan di aplikasi,” ujar tulisan didalam email itu, layaknya dikutip TechCrunch.

Beberapa pas yang disebut didalam email itu bakal berlangsung sepanjang beberapa minggu. Tetapi, tidak dijelaskan secara rinci.

WhatsApp menyebut kalau pengguna tidak setuju peraturan baru sesudah 15 Mei, maka akun mereka tak serta merta dihapus. Penghapusan bakal dikerjakan ikuti peraturan berkenaan akun yang tak aktif.

Mengutip laman formal WhatsApp, aplikasi itu bakal menghapus akun pengguna yang tidak aktif sepanjang 120 hari. Akun yang tergolong tidak aktif kalau pengguna tak terkoneksi bersama koneksi internet.

Akun Whatsapp yang kerap dibuka, tapi perangkat tidak mengakses bersama internet tetap juga sebagai akun yang tak aktif.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku terhadap pengguna yang tak terima peraturan baru Whatsapp. Tapi berlaku untuk seluruh akun Whatsapp. Alasannya, demi melindungi nomor yang digunakan untuk akun itu agar tak disalahgunakan.

Pihak Whatsapp menunda jadwal pemberlakuan peraturan kebijakan privasi baru dari Februari menjadi 15 Mei sesudah kebijakan ini mengundang kesalahpahaman penggunanya.

Pengguna masih mampu mengekspor riwayat obrolan mereka dan mengunduh laporan akun mereka sebelum saat 15 Mei. Selain itu mampu menghapus akun mereka atas keinginan sendiri. Tapi, Whatsapp memperingatkan kalau keinginan itu tidak mampu dibatalkan.

Kebijakan baru Whatsapp untuk share knowledge bersama Facebook berpengaruh terhadap obrolan bersama akun Bisnis. Tapi, obrolan antar sesama pengguna Whatsapp tetap diamankan bersama enkripsi end-to-end.

Namun, misinformasi membuat pengguna cemas knowledge obrolan mereka bakal mampu diintip oleh Facebook.

Reaksi dari perbaruan kebijakan dan privasi ini membuat jutaan pengguna eksodus ke layanan pesan instan lain, layaknya Telegram dan Signal.