January 18, 2021

Update Berita Teknologi

Informasi Seputar Hardware PC

LAPAN: Roket China yang Jatuh di RI Bawa Satelit Observasi

lapan-roket-china-yang-jatuh-di-ri-bawa-satelit-observasi

LAPAN: Roket China yang Jatuh di RI Bawa Satelit Observasi – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengklarifikasi soal temuan roket Chang Zheng (Long March) punya China yang jatuh di Teluk Kramat, Kalimantan Tengah, terhadap Selasa (5/1). Sebelumnya LAPAN menyebut roket itu digunakan untuk peluncuran satelit Beidou terhadap 2019.

LAPAN: Roket China yang Jatuh di RI Bawa Satelit Observasi

lapan-roket-china-yang-jatuh-di-ri-bawa-satelit-observasi

windandwindows.com – Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menyatakan sehabis memeriksa lagi historical information benda jatuh di Space-track dan pemikiran orbitnya, objek yang jatuh adalah bekas roket China CZ-3B dengan nomor katalog 46611.

“Roket itu diluncurkan 11 Oktober 2020 digunakan untuk meluncurkan satelit observasi bumi Geofen-13. Orbit pada awalnya apogee 884 km dan perogee 94 km. Jatuh di pantai Kalimantan Tengah 2 Januari 2021 pukul 06.27 WIB,”

Menurut Thomas, pihaknya tetap konsisten menelusuri roket yang berlogo Lembaga Antariksa China (CNSA) untuk jadi acuan.

Sebelumnya Thomas menyatakan roket itu digunakan untuk peluncuran judibolalive99 satelit navigasi Beidou 3-IGSO-3 terhadap 4 November 2019.

“Objek bertuliskan CNSA di Kalimantan menurut pemikiran orbit sampah antariksa adalah bagian roket CZ-3B (Long March -3B) dengan nomor catalog 44710,” kata Thomas, Rabu (6/1).

Dalam keterangan resmi, LAPAN menerangkan benda berukuran lebih kurang 3 x 4 mtr. itu jatuh terhadap Senin (4/1), dan udah diperiksa oleh aparat setempat.

LAPAN membeberkan sempat mendeteksi objek yang melintas rendah di atas wilayah Indonesia terhadap tanggal 4 Januari 2021. Sekitar pukul 14.01 WIB, proses pemantauan orbit LAPAN mendeteksi empat objek yang melintas di atas wilayah Indonesia dengan ketinggian rendah.

Salah satu objek, yakni CZ-3B R/B yang punya nomor katalog NORAD 44710 merupakan objek yang jatuh di Teluk Kramat. Kala itu, objek raih ketinggian minimum (perigee) lebih kurang 121 kilometer di atas permukaan Bumi dan ketinggian maksimumnya hampir 11.500 kilometer.

Model peluruhan orbit yang diadopsi, lanjut LAPAN, memperkirakan bahwa bekas roket selanjutnya dapat mengalami re-entry terhadap bulan Maret 2021. Dengan input yang sedikit berbeda, style peluruhan sempat memberikan prediksi re-entry terhadap tanggal 4 Januari 2021.

“Simpangan pas prediksi re-entry selanjutnya wajar terjadi, terlebih untuk objek yang punya orbit lonjong. Berdasarkan pemantauan virtual orbit benda jatuh antariksa yang udah dilakukan, objek nomor 44710 dianggap sebagai benda antariksa yang paling mungkin jatuh di pesisir Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah terhadap tanggal 4 Januari 2021,” kata LAPAN.

LAPAN menyebut tersedia beberapa indikasi yang membantu identifikasi objek. Pertama, susunan yang ditemukan berupa segmen tabung kulit dengan diameter 3-5 meter. Di tidak benar satu sisinya tergambar bendera Tiongkok dan juga logo China National Space Agency (CNSA) yang kelihatan sedikit terbakar.

Segmen kulit tabung tersebut, kata LAPAN terhitung tetap kelihatan berwarna putih dengan sedikit bekas terbakar di beberapa bagian.

“Indikasi selanjutnya disertai pemikiran orbit yang disebutkan pada mulanya mengarah terhadap dugaan bahwa benda yang ditemukan merupakan bagian luar roket Chang Zheng 3B yang diluncurkan tanggal 4 November 2019 yang lalu,” kata LAPAN.

Namun, LAPAN mengklaim tersedia beberapa perihal yang kudu jadi catatan. Benda yang mengalami re-entry dapat mengalami gesekan dengan atmosfer sampai memanas dan terbakar. Sebagian besar benda dapat terbakar atau setidaknya dapat kelihatan hangus dikala raih permukaan Bumi.

LAPAN bicara adanya benda dengan material ekstra kuat yang bisa bertahan dan menyisakan bagian yang raih permukaan Bumi. Proses re-entry terhitung bisa disertai ledakan yang dapat mencerai-beraikan roket. Selubung luar roket terhitung bisa terkoyak tak beraturan.

“Pemikiran ini membuat pemikiran bahwa benda yang jatuh di Kotawaringan Barat merupakan bekas roket CZ-3B jadi tidak seluruhnya meyakinkan,” kata LAPAN.