March 4, 2021

Update Berita Teknologi

Informasi Seputar Hardware PC

Sikap Terbaru Presiden Biden, Ponsel Huawei Masih Terlarang Pakai Google

sikap-terbaru-presiden-biden-ponsel-huawei-masih-terlarang-pakai-google

Sikap Terbaru Presiden Biden, Ponsel Huawei Masih Terlarang Pakai Google – Sejak Huawei masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat (AS) pada 2019 lalu, ponsel-ponsel baru vendor asal China ini tidak sanggup manfaatkan layanan Google, layaknya Gmail, YouTube, Google Maps, Google Play, dan lainnya. Padahal, aplikasi dan layanan Google adalah bagian tak terpisahkan berasal dari ekosistem perangkat Android bagi para pengguna di luar China. Belakangan, pemerintah AS yang kini dinahkodai oleh Joe Biden memberi tambahan kabar paling baru menyangkut nasib Huawei di Amerika Serikat. Juru berkata Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah AS mengusahakan menjaga jaringan telekomunikasi negara berasal dari “vendor tidak tepercaya” layaknya Huawei Technologies Co Ltd yang berpotensi mengancam keamanan nasional. “Peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh vendor yang tidak tepercaya, juga Huawei yang merupakan ancaman bagi keamanan AS dan sekutu kami,” kata Jen Psaki, juru berkata Gedung Putih. Meski demikian, pemerintahan Biden berniat meninjau lagi dan berkonsultasi dengan beberapa pihak berkaitan untuk pilih nasib usaha Huawei di AS. Pemblokiran ini sebetulnya menyasar produk telekomunikasi Huawei, terlebih perangkat jaringan 4G/5G yang digunakan operator seluler AS. Namun, pelarangan ini turut berimbas pada produk konsumer Huawei lainnya, layaknya smartphone beserta isinya. Smartphone Huawei menjadi terlarang manfaatkan layanan Google dan chipset buatan negeri Paman Sam, layaknya Qualcomm.

Sikap Terbaru Presiden Biden, Ponsel Huawei Masih Terlarang Pakai Google

sikap-terbaru-presiden-biden-ponsel-huawei-masih-terlarang-pakai-google

windandwindows – Dengan dirilisnya sikap paling baru pemerintahan Biden ini maka Huawei belum akan terbebas berasal dari jeratan entity list, setidaknya dalam pas dekat ini. Ini berarti Google belum sanggup mengizinkan smartphone Huawei manfaatkan layanan Google Mobile Service (GMS). Keputusan ini sebetulnya berada sepenuhnya di tangan pemerintah AS, bukan Google.

Sebagai informasi, smartphone Android paling baru Huawei pas ini tidak menyertakan GMS. Ini berarti pemiliknya tidak sanggup mengunduh aplikasi berasal dari Play Store, memirsa video berasal dari YouTube, menyaksikan peta di Google Maps, mengedit dokumen di Google Drive, dan lainnya.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Situs Bandar Judi Bola | Pasang Bola | Taruhan Bola

Dengan demikian, pengguna smartphone Huawei di luar China, juga Indonesia belum sanggup manfaatkan layanan Google dalam pas dekat ini. Huawei kini manfaatkan Android versi open source (AOSP) di ponselnya, dengan Huawei Mobile Services (HMS) untuk menukar layanan dan aplikasi Google. Ketiadaan ekosistem GMS tentu menjadi batu sandungan besar bagi ponsel Huawei, terlebih di pasar di luar China yang konsumennya udah jadi biasa dengan aneka layanan Google. Pemilik ponsel Huawei sebetulnya tetap sanggup menempatkan aplikasi Google melalui sumber tidak resmi (sideloading). Namun, mekanisme tersebut sanggup mengancam keamanan perangkat.

Sebagaimana dikumpulkan KompasTekno berasal dari Express UK, Rabu (3/2/2021), di th. ini, Huawei dilaporkan udah menargetkan lebih kurang 400 juta perangkat yang dibekali dengan sistem operasi HarmonyOS. Selain smartphone, HarmonyOS juga barangkali sanggup digunakan di beraneka perangkat lainnya.